Postingan

Bukan Kampus Megah, Tapi Ruang Penempa Jiwa Juang

Lampu ruang kelas sesekali berkedip, lalu padam. Suara kipas angin menderu pas-pasan, bersaing dengan riuh rendah suara hujan yang menghantam atap seng. Di dalam kelas, puluhan pasang mata tetap lurus menatap papan tulis yang sebagian permukaannya sudah mengelupas. Beginilah potret sehari-hari di sebuah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berdiri di wilayah konon katanya 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Jauh dari gemerlap kampus metropolitan dengan gedung megah ber-AC dan wifi super cepat, atmosfer pembelajaran di sini punya "bahan bakar" yang berbeda: harapan dan tekad bulat. Ketika Keterbatasan Menjadi Menu Harian Bicara soal fasilitas, daftarnya bisa sangat panjang jika ingin mengeluh. Laboratorium Sains hanya berisi unit-unit tua yang harus dipakai bergantian, hanya sebagai laboratorium dasar. Perpustakaan kampus mungkin hanya memiliki beberapa rak buku usang, dan sinyal internet yang sangat terbatas dengan kecepatan yang tidak secepat kita menjawab 1+1=2. Namun...

Hai im happy

Hai hai... I'm in happy Nothing special happened. Just feel happy . A few week later I got trouble with my smile, it's so rarely . But now I can smile every time   with my cute smile , like I used to . Yeaaay. ^^

Tenang dan menenangkan

Bersikaplah tenang dan menenangkan. Tidak perlu panik terhadap segala sesuatu: 1. Kelamaan menunggu promotor? Dari pagi sampe siang? | tunggu Aja..gpp.. Tunggulah dengan sabar sambil berzikir. Jika akhirnya promotornya ga ketemu juga gpp..pasti Ada hikmahnya.. Terimalah dengan tenang. 2. Semacam dipermainkan oleh teman? kadang2 penuh perhatian, kadang2 sangat tidak peduli. | gpp...biar saja.. Cuek Aja.. Anggap saja angin lalu. Fokus saja untuk perbaikan dirimu.                                     

Sabtu ceria

Pagi pagi sabtu ini saya bepergian ke luar kota dengan angkutan umum. Saya duduk manis di samping ibu-ibu setengah baya. Sepanjang perjalanan kami tidak saling bertegur sapa, menjelang tiba di kota tujuan barulah si Ibu menyapa dengan hangat. Sangat hangat malah, Langsung nanya tujuan saya ke mana, kerja di mana, dan sampailah ke pertanyaan yang membuat sabtu saya menjadi begitu ceria. Sudah menikah? Berapa usianya? Kelahiran tahun berapa? Dan Karena saya sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran saya menjawab dengan sopan dan jujur, tapi dengan malu-malu juga karena saya yakin pembicaraan kami yang tiba-tiba itu pasti disimak oleh penumpang lainnya. Tapi ya .. it's not a big problem sich..santai aja sayanya sebenarnya, tapi karena di umur saya yang seharusnya sudah menikah namun belum menikah, tetap aja ada sedikit rasa segan atau gimanaa gitu.

My favourite

Gambar
Ini adalah 2 diantara 4 buku serial 4 musim Ilana Tan. Ini Kali ke2 saya membacanya. Saya menggandrungi semua novel Ilana Tan Karena gaya penuturannya yang ringan, sopan, dan elegan. Novel-novelnya penuh keromantisan dan disajikan dengan tidak vulgar. Saya suka sekali.

Apa yang kamu dapatkan sesuai dengan usahamu

Jika ingin tampil bagus saat presentasi atau jenisnya, maka persiapkan dirimu semaksimal mungkin. Karena apa yang akan kamu dapatkan sesuai dengan bagaimana usahamu. '!' °. Ingin tampil bagus tapi sama sekali tidak menyiapkan materi dan slide presentasi. °. Ingin menjelaskan dengan keren dan menarik tapi sama sekali tidak mendalami materi. °. Tak akan berhasil prsentasimu jika tanpa usaha. °. Ingat! Hasil yang akan kamu dapatkan sesuai dengan usaha  yang kamu lakukan.

Ridha Allah adalah Ridha Orang Tua

Pernah bahkan sering mendengar kalimat tersebut kan .. Beberapa kejadian di sekitar saya belakangan ini semakin membuat saya teringat ( dan akan selalu ingat), dengan kalimat tersebut: (1) Tetangga saya menikah tanpa restu ibunya, bahkan sampai membuat ibunya menderita stroke Karena tetangga saya ini keukeuh memilih pilihannya sendiri. Pernikahanpun berlangsung meriah. Ibunyapun 'terpaksa' menyetujui. setelah beberapa tahun kehidupan mereka semakin baik, mapan, usaha semakin maju, bisa beli rumah dan Mobil. Semua orang bahagia dengan kebahagiaan mereka. Namun kira2 di tahun ke 7 prahara mulai menyerang rumah tangga sang tetangga saya itu. Suami pujaan hati ketahuan berselingkuh, belakangan ternyata diketahui sudah menikah dan bahkan memiliki seorang anak. Usaha mereka bangkrut, rumah disita, mobilpun dijual. Akhir kisah perceraianpun terjadi. (2) salah seorang saudara saya menikah juga tanpa restu orang tua. Namun tetap nekat sampai melewati dan melakukan beberapa ...