Tidak Semua yang Bisa Diukur Harus Dijadikan Angka
Ada sesuatu yang menarik dalam cara manusia memahami dunia. Ketika ingin mengetahui apakah seseorang berhasil belajar, kita mencari nilai. Ketika ingin mengetahui apakah sebuah program berhasil, kita mencari persentase. Ketika ingin mengetahui apakah sebuah penelitian menghasilkan perubahan, kita mencari angka sebelum dan sesudah perlakuan. Semakin banyak angka yang tersedia, sering kali semakin meyakinkan pula sebuah kesimpulan terlihat. Angka memang penting. Ia membantu manusia membaca pola, membandingkan keadaan, menemukan perubahan, dan mengambil keputusan dengan lebih hati-hati. Tanpa angka, banyak hal dalam ilmu pengetahuan akan sulit dipahami. Namun, ada satu pertanyaan yang sesekali perlu diajukan: apakah semua hal yang bisa diukur memang harus dijadikan angka? Barangkali jawabannya tidak selalu. Bayangkan seorang guru bertanya kepada siswanya, “Apakah kalian senang belajar hari ini?” Seorang siswa mungkin menjawab, “Senang.” Siswa lain mungkin hanya tersenyum. Ada yang me...