AI Bisa Membantu Kita Menulis, tetapi Siapa yang Membantu Kita Berpikir?
Ada masa ketika menulis terasa seperti pekerjaan yang membutuhkan banyak waktu. Membuka laptop, menatap halaman kosong, mengetik beberapa kalimat, lalu menghapusnya lagi karena terasa tidak pas. Setelah itu mencoba menulis ulang, mencari referensi, menyusun paragraf, dan berkali-kali membaca kembali apa yang sudah ditulis. Sekarang semuanya terasa jauh lebih mudah. Kita bisa meminta bantuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk membuat kerangka tulisan, menyusun paragraf, mencari ide, memperbaiki bahasa, bahkan mengubah tulisan yang terlalu kaku menjadi lebih enak dibaca. Dalam beberapa detik, halaman yang tadinya kosong bisa dipenuhi beberapa paragraf. Bagi banyak orang, ini tentu menyenangkan. Pekerjaan menjadi lebih cepat. Ide yang semula terasa sulit dituangkan menjadi lebih mudah disusun. Bahkan bagi seorang dosen yang sehari-hari berhadapan dengan berbagai pekerjaan akademik, kehadiran AI terasa seperti memiliki seorang asisten yang selalu siap membantu. ...